Skip to content

Sentadu Sang Petinju

Mantis Shrimp atau yang biasa dikenal dengan sebutan Udang Sentadu merupakan anggota dari Ordo Stomatopoda. uniknya, meski namanya udang, udang sentadu sebenarnya bukanlah udang, tapi hanya kerabat jauh dari udang, kepiting, dan juga lobster.

Udang Sentadu memiliki berbagai macam warna tubuhnya, mulai dari kecoklatan sampai warna neon terang. Spesies yang panjang tubuhnya bisa mencapai 30cm ini dikenal dengan kekuatan pukulannya yang kuat, Udang Sentadu bertarung dengan melemparkan tinjuan nya yang sangat kuat kepada musuhnya, senjata yang dapat menghancurkan musuh nya itu disebut dengan Dactyl Clubs atau pentungan daktil.

Stomatopoda atau Udang Sentadu mulai berevolusi secara independen dari krustasea lain hampir 400 juta tahun yang lalu, sekitar 170 juta tahun sebelum dinosaurus pertama muncul di tempat kejadian. Sejak itu mereka mengikuti garis keturunan evolusioner yang terisolasi yang menghasilkan beberapa karakteristik mereka yang lebih unik.

Udang Sentadu rata-rata dapat hidup mulai 3-6 tahun bahkan bisa sampai 20 tahun di beberapa spesies.

tahukah kalian bahwa udang sentadu memiliki cara yang unik untuk berbagi kode rahasia yang hanya bisa dimengerti oleh sesama udang sentadu lainya? , Udang Sentadu dapat memancarkan cahaya khusus yang hanya dapat dilihat oleh sesama udang sentadu. Maxillipeds merupakan bagian tubuh dari udang sentadu yang menjadi cara udang sentadu membagi kode rahasia kepada udang lainya, di bagian tubuh inilah terdapat cahaya terpolarisasi yang hanya dapat dilihat oleh mata sesama udang sentadu.

Udang Sentadu juga membantu para ilmuwan dalam membuat pelindung yang lebih baik loh, Kekuatan pukulan yang besar dari udang sentadu membuat banyak orang bertanya tanya, bagaimana bisa hewan itu melancarkan pukulan kuat tanpa melukai dirinya sendiri?

untuk mencari tahu hal tersebut, para peneliti melakukan penelitian dan dari hasil penelitian, para peneliti menemukan bahwa tongkat daktil makhluk itu terdiri dari lapisan luar hidroksiapatit, bahan keramik kristal kalsium-fosfat yang keras. Di bawah permukaan terletak kunci kualitas anti-retak hewan. Lapisan kitin polisakarida elastis di bawah cangkang diposisikan sedemikian rupa untuk bertindak sebagai peredam kejut, mengurangi kemungkinan retak. Desainnya sangat efektif sehingga para peneliti memodelkan jenis potensial bahan serat karbon yang setelah itu diaplikasikan di panel pesawat dan pelindung tubuh militer.

1 thought on “Sentadu Sang Petinju”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *